Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak rencana serangan militer terhadap Iran yang diusulkan oleh pihak tertentu setelah pemilu paruh waktu 3 November 2026. Meski ketegangan di Timur Tengah masih berlangsung, Trump menegaskan kebijakan luar negeri Amerika tidak akan mengarah pada konflik bersenjata dengan Iran.
Pernyataan Trump dikeluarkan dalam sebuah jumpa pers di Gedung Putih, di mana ia menekankan pentingnya stabilitas regional dan penghindaran dari eskalasi konflik. Ia menyoroti bahwa kebijakan luar negeri harus didasarkan pada kepentingan nasional dan keamanan jangka panjang. Meski demikian, ia tidak menyingkirkan kemungkinan intervensi diplomatik atau ekonomi terhadap Iran.
Sebelumnya, beberapa laporan menyebutkan bahwa kelompok tertentu di dalam pemerintahan AS sedang mempertimbangkan langkah militer terhadap Iran sebagai respons atas kebijakan nuklir Iran. Namun, Trump menegaskan bahwa rencana tersebut tidak akan dijalankan. Pernyataan ini datang di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, terutama terkait dengan kebijakan nuklir dan keamanan regional.






















