Pemimpin Partai Republik Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa negara telah menang dalam perang melawan Iran, sementara serangan militer terhadap pulau Qeshm di Selat Hormuz terjadi beberapa jam sebelum pemilu tengah periode. Serangan ini dilaporkan sebagai bagian dari kampanye pemboman rahasia yang dilakukan Amerika Serikat.

Media lokal melaporkan bahwa serangan militer terhadap Qeshm dilakukan secara terbatas, dengan target yang tidak diungkapkan. Pemimpin Partai Republik mengatakan bahwa negara telah memulai serangan terhadap Iran setelah Trump menyangkal bahwa ia sedang mempertimbangkan kembali serangan terhadap pemerintahan Iran.

Serangan terjadi tepat sebelum pemilu tengah periode, yang menjadi momen penting bagi Trump untuk mempertahankan pengaruhnya. Menurut sumber, operasi militer ini dilakukan secara rahasia dan tidak diumumkan secara resmi.

Sebelumnya, Trump juga terlibat dalam konflik dengan Kanada, yang menunjukkan bahwa ia kesulitan mengendalikan kebijakan luar negerinya. Namun, fokus utama Trump saat ini adalah pada pemilu tengah periode, di mana ia berusaha memperkuat dukungan pemilih Republik.

Serangan terhadap Iran terjadi dalam konteks ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran, terutama dalam beberapa bulan terakhir. Pemimpin Partai Republik berharap bahwa tindakan militer ini akan meningkatkan dukungan politiknya sebelum pemilu.