Trump mengisyaratkan bahwa perundingan dengan Iran sedang berjalan baik dan bahwa kemajuan telah dicapai dalam upaya mencegah pecahnya perang. Menurut laporan, Iran menyatakan siap membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam jika Amerika Serikat bersedia memenuhi syarat. Penawaran ini datang setelah beberapa minggu konflik yang memanas sejak 28 Februari 2026.

Pemerintah Iran melalui pejabat tinggi menyatakan bahwa tawaran untuk membuka jalur energi vital ini merupakan respons terhadap upaya intensif yang dilakukan oleh pihak berwenang AS. Di sisi lain, Trump menegaskan bahwa opsi militer tetap terbuka jika perundingan gagal. Ia juga menyatakan bahwa Iran sedang dalam situasi kritis dan bahwa militer mereka sedang lemah.

Sebelumnya, AS melakukan serangan terhadap Pulau Qeshm, sebuah pulau milik Iran di Selat Hormuz, sebagai bagian dari rangkaian serangan tersembunyi dan terbatas sebelum pemilu tengah tahun. Serangan ini dianggap sebagai upaya untuk mencegah serangan Iran terhadap kapal dagang di wilayah kritis ini.

Perundingan antara AS dan Iran telah mengalami hambatan selama beberapa minggu, dengan konflik yang memanas sejak awal tahun 2026. Meski ada sinyal positif, situasi tetap memperlihatkan ketegangan tinggi di wilayah strategis ini.