Pemerintah Amerika Serikat mengancam akan melakukan serangan terhadap Iran dalam waktu singkat, menurut pernyataan Donald Trump. Pernyataan tersebut dilakukan menjelang pemilu tengah periode yang akan diadakan. Teheran menegaskan siap menghadapi serangan, tetapi tetap membuka peluang dialog dengan Washington.

Pernyataan Trump muncul setelah pihak AS mengonfirmasi serangan terhadap posisi Iran di Selat Hormuz sebagai tindakan pertahanan setelah ancaman rudal. Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Trump menyatakan kemajuan dalam negosiasi dengan Teheran. Pemimpin Partai Republik, Benjamin Netanyahu, juga menekankan keinginan untuk melakukan serangan tambahan terhadap Iran.

Negosiasi antara AS dan Iran masih dalam tahap awal, dengan mediator Qatar menunggu respons dari kedua pihak terhadap rancangan kesepakatan. Meski demikian, Trump mengatakan Iran ingin mencapai kesepakatan "lebih dari sebelumnya". Pemilu tengah periode menjadi momen penting bagi Trump, dengan tingkat persetujuan kepadanya mendekati rekor terendah.

Serangan terhadap Iran terjadi dalam konteks ketegangan yang meningkat sejak Februari, ketika Trump memulai kebijakan keras terhadap Iran. Kenaikan harga bahan bakar juga memengaruhi keputusan pemilih, dengan banyak warga memilih Partai Demokrat sebagai alternatif. Pemilu ini dianggap akan memengaruhi masa depan presiden Trump.