Ekonom bank OCBC memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2% pada tahun 2026. Proyeksi ini didasarkan pada beberapa faktor pendukung utama. Pertama, pemerintah terus mendorong investasi di sektor infrastruktur. Kedua, ekspor nonmigas meningkat karena permintaan pasar internasional yang stabil. Ketiga, konsumsi rumah tangga tetap kuat karena daya beli masyarakat yang tidak terlalu terganggu inflasi.
Proyeksi ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu pasar yang menarik bagi investor. Meski ada tekanan dari inflasi dan ketidakstabilan politik regional, ekonomi Indonesia tetap menunjukkan kekuatan. Faktor-faktor tersebut membantu menjaga laju pertumbuhan yang relatif tinggi dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Sebelumnya, pada 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,1%, menunjukkan tren yang konsisten. Dengan proyeksi 5,2% pada 2026, pemerintah berharap dapat meningkatkan daya saing ekonomi dan menarik lebih banyak investasi asing. Namun, ekonom juga mengingatkan bahwa tantangan seperti perubahan iklim dan kenaikan harga energi masih menjadi risiko yang perlu diwaspadai.























