Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam 48 jam jika Amerika Serikat mencabut sanksi dan mencairkan aset miliaran dolar. Penawaran ini datang setelah ancaman militer dari Presiden Donald Trump menjelang pemilu tengah periode. Seorang pejabat Iran senior menyatakan bahwa tawaran ini merupakan hasil dari upaya intensif untuk mengembalikan alur energi vital tersebut.

Pada hari yang sama, AS melakukan serangan militer terhadap Pulau Qeshm Iran di Selat Hormuz. Serangan ini dilaporkan oleh media AS, dengan beberapa pejabat mengklaim bahwa serangan tersebut bersifat defensif dan bertujuan mencegah serangan Iran terhadap kapal dagang. Iran melaporkan lima ledakan terjadi di pulau tersebut.

Serangan ini terjadi setelah Trump menyangkal bahwa ia sedang mempertimbangkan kembali serangan terhadap pemerintahan Iran. Meski demikian, tawaran Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz menunjukkan upaya untuk mengurangi ketegangan. Tawaran ini juga datang setelah beberapa hari ancaman militer dari pihak AS.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa AS tidak akan melanjutkan serangan sebelum pemilu tengah periode. Namun, tindakan militer terhadap Qeshm menunjukkan bahwa tekanan terus berlangsung. Iran menawarkan pembukaan Selat Hormuz sebagai langkah untuk menyelesaikan konflik yang memengaruhi pasokan energi global.