Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan Venezuela menjadi negara bagian ke-51 AS dalam pidato politiknya di Texas. Usulan ini dilontarkan saat ia berusaha memperkuat dukungan untuk kandidat Partai Republik dalam pemilu antar-kabupaten. Trump menyampaikan ide ini dengan nada bercanda, mengatakan bahwa Venezuela seharusnya memilih gubernur, bukan presiden, dalam sistem pemerintahan AS.
Trump menekankan bahwa AS menerima pasokan minyak besar dari Venezuela tanpa bayaran. Ia menyebut bahwa Venezuela telah mengirimkan satu juta barel minyak ke AS, yang ia anggap sebagai hadiah. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks upaya politik Trump untuk memperkuat posisi Partai Republik dalam pemilu antar-kabupaten.
Usulan Venezuela menjadi bagian dari AS bukanlah ide baru. Trump sebelumnya pernah menyuarakan gagasan serupa, dengan alasan bahwa sistem pemerintahan Venezuela tidak sesuai dengan sistem pemerintahan AS. Ia juga menekankan bahwa hubungan antara AS dan Venezuela sangat baik, dan bahwa AS mendapatkan keuntungan ekonomi signifikan dari negara tersebut.
Pernyataan Trump ini memicu reaksi dari berbagai pihak. Beberapa politisi mengkritik usulan ini sebagai tidak realistis, sementara lainnya menganggapnya sebagai strategi politik untuk menarik perhatian publik. Meski demikian, usulan ini tetap menjadi topik hangat dalam diskusi politik AS.























