Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 5 poin ke level 5.096 pada perdagangan Senin (2/11/2026), di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kenaikan IHSG terjadi di tengah surplus neraca perdagangan yang mencapai 1,2 miliar dolar AS.
Peningkatan IHSG tercatat seiring kinerja positif sejumlah saham unggulan, termasuk sektor pertanian dan energi. Saham PT Pupuk Indonesia (PUPK) dan PT Pertamina (PTMA) masing-masing naik 2,5 persen dan 1,8 persen. Peningkatan tersebut didukung oleh kebijakan pemerintah yang memperkuat ekspor komoditas utama.
Pada hari yang sama, BEI mengeluarkan saham HSC dari perhitungan IHSG. Langkah ini memengaruhi komposisi indeks, dengan saham HSC yang sebelumnya tercatat dalam IHSG kini tidak lagi dihitung. Perubahan ini berbeda dari delisting, yang melibatkan penghapusan saham dari bursa secara permanen.
Peningkatan IHSG pada awal pekan mencerminkan optimisme pasar terhadap kinerja ekspor dan kebijakan fiskal pemerintah. Namun, analis mengingatkan bahwa volatilitas tetap menjadi risiko, terutama dalam kondisi ekonomi global yang tidak stabil.


















