Warga Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, memperbaiki akses jalan secara mandiri karena bantuan pemerintah tidak terealisasi. Puluhan penduduk turun tangan dengan cara gotong royong dan menyumbangkan dana sebesar Rp100 ribu per orang. Mereka mengharapkan perbaikan jalan yang segera dilakukan, namun hingga kini belum ada tindakan dari pihak berwenang.

Perbaikan jalan tersebut dilakukan secara gotong royong dengan biaya yang dibagi rata antar warga. Setiap orang memberikan kontribusi sebesar Rp100 ribu untuk memperbaiki akses jalan yang rusak. Kondisi jalan yang tidak layak menyebabkan kesulitan akses bagi warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dan berbagai kebutuhan sehari-hari.

Kondisi jalan rusak di Desa Masawah telah lama menjadi masalah. Meski warga mengharapkan bantuan dari pemerintah, tidak ada tindakan nyata yang dilakukan. Kondisi ini memperlihatkan ironi pembangunan di daerah terpencil, di mana warga justru memperbaiki infrastruktur sendiri. Situasi ini menunjukkan tantangan dalam pemberdayaan masyarakat dan kebijakan pembangunan yang belum merata.