Proyek pengembangan energi geothermal di Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, memicu kritik dari berbagai pihak. Pemerintah pusat mengumumkan rencana lelang untuk pengelolaan sumber daya geothermal di area tersebut. Namun, kebijakan ini disambut kecaman karena dianggap tidak transparan dalam proses pengambilan keputusan.

Beberapa aktivis lingkungan mengkritik langkah pemerintah karena kurangnya informasi mengenai dampak lingkungan yang mungkin terjadi. Mereka menilai bahwa proses lelang tidak melibatkan masyarakat setempat secara memadai. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa proyek ini dapat mengancam ekosistem lokal yang sudah rentan.

Proyek geothermal di Gunung Galunggung sebelumnya sudah menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Beberapa warga mengungkapkan kebingungan terhadap prosedur yang dijalani. Mereka menuntut transparansi lebih besar dalam pengambilan keputusan yang menyangkut lingkungan.

Pemerintah pusat menyatakan bahwa proyek ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan energi terbarukan. Namun, kebijakan ini masih memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan keberlanjutan lingkungan. Kritik terus berdatangan, menunjukkan bahwa proyek ini masih memerlukan perbaikan dalam proses pengambilan keputusan.