Serangan militer oleh kelompok milisi Houthi Yaman terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, memicu kekhawatiran akan keamanan warga negara Indonesia (WNI) di wilayah tersebut. Anggota Komisi I DPR RI Iman Sukri mengkritik pemerintah pusat, menilai kebijakan diplomasi harus menempatkan keselamatan WNI sebagai prioritas utama. Serangan tersebut melumpuhkan aktivitas penerbangan internasional dan memperparah ketegangan antara Saudi dan Yaman.
Pengamat politik Smith Alhadar menegaskan bahwa serangan Houthi tidak dapat dianggap sebagai konflik terbatas, melainkan mengancam stabilitas regional. Ia menyarankan Indonesia perlu memperkuat perlindungan WNI di tengah eskalasi konflik. Pemerintah Indonesia telah meminta informasi lebih lanjut dari kementerian luar negeri dan konsulat di Riyadh.
Konflik antara Saudi dan Houthi telah berlangsung selama bertahun-tahun, dengan serangan udara dan militer menjadi bagian dari perang yang memperburuk kondisi keamanan di wilayah Yaman. Kehadiran WNI di Riyadh dan daerah sekitarnya terus menjadi perhatian diplomatik. Pemerintah Indonesia sebelumnya telah mengimbau warga untuk memperhatikan situasi keamanan dan menghindari perjalanan ke area rentan konflik.
Kebijakan perlindungan WNI di luar negeri menjadi isu penting dalam diplomasi Indonesia, terutama di tengah ketidakstabilan politik dan militer di kawasan Timur Tengah. Kebijakan ini juga terkait dengan upaya memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara tetangga.



























