Pentagon melaporkan jumlah korban tewas militer Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran telah mencapai 23 orang. Angka ini mencakup kematian yang terjadi dalam operasi tempur dan juga korban non-tempur yang jumlahnya kini lebih tinggi dari korban akibat serangan musuh.
Korban tewas militer AS dalam konflik Iran mencapai 23 orang, menurut laporan Pentagon. Jumlah kematian non-tempur kini melampaui jumlah korban akibat serangan musuh. Laporan ini menunjukkan bahwa konflik dengan Iran telah menyebabkan dampak yang signifikan terhadap pasukan militer AS.
Konflik antara AS dan Iran telah berlangsung selama delapan bulan. Dalam periode ini, terjadi berbagai insiden yang melibatkan pasukan militer kedua belah pihak. Pentagon menyatakan bahwa biaya perang dengan Iran mencapai 47 miliar dolar bagi warga AS. Namun, biaya ini belum mencakup semua aspek yang terkait dengan konflik tersebut.
Selain itu, Pentagon juga melaporkan bahwa Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, telah memecat kepala perencana militer di Pentagon, Letjen Brett Sylvia. Pemecatan ini terjadi dalam rangkaian pemecatan beberapa jenderal lainnya. Pemecatan ini terjadi saat Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan tindakan militer baru terhadap Iran.
Pemecatan Letjen Sylvia terkait dengan dugaan kebocoran informasi mengenai Iran dan Ukraina. Pentagon telah menyerahkan kasus ini ke Departemen Kehakiman. Pemecatan ini menunjukkan ketegangan dalam struktur militer AS terkait dengan kebijakan pertahanan terhadap Iran.


























