Pura kuno di Bali menjadi saksi bisu peradaban Nusantara sepanjang sejarah. Bangunan suci ini menunjukkan perpaduan antara tradisi pemujaan leluhur era megalitikum dengan ajaran Hindu-Buddha. Tradisi tersebut berkembang pesat sejak abad ke-8 Masehi.
Peneliti mengungkap peninggalan arkeologis seperti punden berundak, arca purbakala, dan prasasti batu kuno. Temuan ini menunjukkan bagaimana masyarakat Bali mengembangkan ritual dan arsitektur secara berkelanjutan. Peninggalan tersebut memberikan gambaran tentang hubungan antara kepercayaan leluhur dengan ajaran agama yang lebih modern.
Sebelumnya, penelitian serupa telah mengungkapkan bahwa penggunaan batu dan struktur berundak di Bali sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Kini, penemuan baru menambah pemahaman tentang evolusi budaya dan spiritual di pulau tersebut. Penelitian ini juga menekankan pentingnya pelestarian situs sejarah sebagai bagian dari identitas Bali.




























