Serangan militer terhadap bandara Riyadh, Arab Saudi, menyebabkan penangguhan penerbangan internasional. Qatar Airways dan Etihad Airways menghentikan penerbangan ke kota-kota di Arab Saudi. Serangan ini dilaporkan mengarah pada kerusakan infrastruktur dan gangguan operasional.
Serangan dilakukan oleh kelompok milisi Houthi Yaman, yang menargetkan fasilitas bandara. Aksi ini memicu kekhawatiran keamanan di kawasan tersebut. Pemerintah Indonesia meminta perlindungan bagi warga negara Indonesia di daerah tersebut. Anggota DPR Iman Sukri menegaskan bahwa kebijakan diplomasi harus fokus pada keselamatan warga negara.
Serangan militer di bandara Riyadh terjadi setelah sejumlah aksi serupa di wilayah lain. Kelompok Houthi Yaman terus memperluas kegiatan militer mereka, menyebabkan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Arab Saudi memperkuat keamanan di bandara dan fasilitas penting.
Kebijakan penerbangan internasional terus dipantau. Maskapai penerbangan internasional mempertimbangkan penyesuaian jadwal dan kebijakan operasional. Pemerintah Indonesia memperkuat koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan warga negara.

























