Serangan rudal terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, mengganggu jadwal keberangkatan jemaah umrah dari Indonesia. Insiden ini terjadi pada Minggu, menyebabkan pembatalan sejumlah penerbangan ke Jeddah. Jemaah umrah yang berada di Bandara Soetta, Jakarta, mengalami ketidaknyamanan akibat gangguan tersebut.

Serangan tersebut dilaporkan dilakukan oleh kelompok milisi Houthi Yaman, yang menghantam kawasan bandara. Akibatnya, aktivitas penerbangan internasional di area tersebut lumpuh sementara. Pihak berwenang Arab Saudi sedang melakukan investigasi untuk menentukan penyebab dan dampak serangan tersebut.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR RI Iman Sukri meminta pemerintah pusat untuk memprioritaskan perlindungan warga negara Indonesia pasca serangan militer di Riyadh. Ia menekankan bahwa kebijakan diplomasi harus berfokus pada keselamatan warga negara.

Serangan rudal di Bandara Riyadh menunjukkan risiko keamanan yang terus mengancam wilayah kawasan Timur Tengah. Kebijakan luar negeri Indonesia perlu lebih proaktif dalam mengawal kepentingan warga negara di luar negeri. Situasi ini juga menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam menjaga keamanan penerbangan internasional.