Pertamina mengoperasikan SPBU 24 jam di Bali untuk memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) berjalan lancar. Pemakaian SPBU selama 24 jam ini mencakup empat lokasi, yaitu Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap krisis pasokan BBM yang menyebabkan antrean panjang di beberapa titik.
Krisis pasokan BBM terjadi karena keterlambatan kapal tanker yang mengangkut bahan bakar. Hal ini menyebabkan beberapa pom bensin di Bali kehabisan stok dan harus ditutup sementara. Akibatnya, para pengemudi menghadapi antrian yang sangat panjang untuk mengisi bahan bakar. Kondisi ini juga menyebabkan kemacetan di beberapa jalan.
Sebelumnya, Pertamina telah melakukan langkah-langkah untuk memperbaiki distribusi BBM. Namun, keterlambatan kapal tanker tetap menjadi penyebab utama krisis. Dengan mengoperasikan SPBU 24 jam, Pertamina berupaya mempercepat distribusi dan mengurangi tekanan pada sistem pasokan.
Krisis BBM di Bali menunjukkan tantangan dalam logistik bahan bakar di wilayah yang memiliki kebutuhan tinggi. Langkah-langkah darurat seperti pembukaan SPBU 24 jam menjadi solusi sementara untuk mengatasi kekurangan stok. Pertamina terus memantau situasi dan berupaya memulihkan distribusi secara stabil.

























