Ahli Iklim dan Perubahan Iklim dari Ikatan Ahli Iklim dan Perubahan Iklim (IABI), Daryono, menjelaskan bahwa mitigasi karhutla harus berbasis sains. Ia menekankan pentingnya pencegahan sejak dini untuk mengurangi risiko kebakaran hutan.

Daryono menyampaikan bahwa pengelolaan tata air gambut menjadi kunci utama dalam mencegah karhutla. Ia menyoroti bahwa kondisi gambut yang kering memperbesar risiko kebakaran. Oleh karena itu, pengelolaan air secara tepat sangat diperlukan untuk menjaga kelembapan tanah.

Menurut Daryono, kebakaran hutan tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga menyebabkan asap yang merambat lintas negara. Hal ini memperparah masalah kesehatan masyarakat di sekitar area kebakaran.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sering kali terjadi di daerah dengan kondisi gambut. Kondisi ini memperkuat kebutuhan untuk menerapkan strategi mitigasi yang berbasis sains.

Pengelolaan tata air gambut yang baik dianggap sebagai langkah penting untuk mencegah kebakaran hutan. Daryono menyarankan bahwa pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama dalam mengelola sumber daya alam ini.