Pakar hidrogeologi dari Institut Teknologi Bandung, Prof. Lambok M. Hutasoit, menilai pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia belum berjalan secara maksimal. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi sumber daya geothermal yang luar biasa karena posisi geografisnya yang berada di sepanjang Cincin Api Pasifik.
Indonesia memiliki banyak wilayah yang memiliki sumber daya geothermal, termasuk Jawa Barat dan berbagai provinsi lainnya. Namun, pemanfaatan energi ini masih terbatas. Profesor Hutasoit menekankan bahwa energi panas bumi bisa menjadi solusi listrik bersih tanpa mengganggu kebutuhan air rumah tangga.
Menurut data yang dimiliki, Indonesia memiliki lebih dari 40.000 sumber daya geothermal yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Potensi ini bisa menjadi alternatif energi terbarukan yang berkelanjutan. Namun, masih ada tantangan dalam pengembangan proyek geothermal, seperti masalah teknis dan regulasi.
Energi panas bumi telah lama menjadi alternatif energi di beberapa daerah. Namun, pengembangannya masih terbatas karena berbagai hambatan. Profesor Hutasoit menyarankan pemerintah dan pihak terkait untuk meningkatkan pemanfaatan energi ini secara lebih luas.
Pemanfaatan energi panas bumi bisa memberikan manfaat besar bagi Indonesia. Selain mengurangi ketergantungan pada energi fosil, energi ini juga bisa membantu mengurangi emisi karbon. Namun, untuk mencapai hal ini, diperlukan kerja sama yang lebih baik antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta.





























