Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, menolak keras pernyataan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang menyebut Israel sebagai entitas kolonial yang merampas tanah Palestina. Netanyahu menegaskan bahwa Israel bukanlah penjajah seperti Belanda di Indonesia, menurut laporan media Indonesia. Pernyataan Obama muncul dalam konteks kritik terhadap kebijakan Israel terhadap wilayah Palestina, terutama terkait pengambilan tanah dan pengusiran penduduk.

Netanyahu menolak klaim Obama dengan menekankan bahwa Israel memiliki hak historis atas wilayah yang dikenal sebagai Yerusalem dan wilayah lainnya. Ia menegaskan bahwa negara Israel didirikan di tanah yang merupakan milik bangsa Yahudi, bukan sebagai bentuk penjajahan. Pernyataan Netanyahu ini muncul setelah Obama mengkritik kebijakan Israel dalam sebuah wawancara awal pekan ini.

Di sisi lain, beberapa negara seperti Pakistan dan Mesir mengkritik kebijakan Israel terhadap penduduk Palestina. Pakistan menuduh Israel menolak mengizinkan warga Palestina yang terpaksa pindah kembali ke rumah mereka di Tulkarm, sementara Mesir mengungkapkan kekhawatiran terhadap peningkatan kemampuan militer negara tersebut.

Kebijakan Israel terhadap Palestina terus memicu kontroversi internasional, dengan berbagai pihak mengkritik tindakan pemerintah Israel. Meski Netanyahu menolak tuduhan Obama, kritik terhadap kebijakan Israel tetap terus berlangsung di berbagai forum internasional.