Petani di Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mencatat hasil panen padi mencapai 10,4 ton per hektare. Capaian ini dicapai meski tengah menghadapi musim kemarau. Hasil tersebut diperoleh melalui penerapan teknologi PM-AAS yang dikembangkan secara mandiri oleh kelompok tani Harapan Muda. Teknologi ini diterapkan di lahan percontohan dan menghasilkan produktivitas lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

Teknologi PM-AAS dikembangkan oleh para petani sendiri sebagai solusi untuk meningkatkan hasil panen di tengah kondisi cuaca yang sulit. Penerapan teknologi ini memungkinkan tanaman padi tumbuh lebih optimal meski air terbatas. Hasil panen yang dicapai menunjukkan keberhasilan inovasi lokal dalam meningkatkan ketahanan pertanian.

Kemarau yang terjadi di Jawa Barat beberapa bulan terakhir menyebabkan kesulitan bagi sejumlah petani. Namun, kelompok tani ini berhasil membangun sistem pertanian yang lebih efisien. Teknologi yang dikembangkan menjadi contoh bagi petani lain yang menghadapi tantangan serupa. Hasil panen ini juga menunjukkan potensi pertanian berkelanjutan di wilayah tersebut.