NASA mengubah regulasi pengadaan Human Landing System (HLS) untuk mempercepat misi pendaratan manusia di bulan. Badan antariksa Amerika Serikat itu menetapkan perlombaan terbuka bagi dua penyedia wahana komersial, SpaceX dan Blue Origin. Kedua perusahaan tersebut bersaing untuk mendapatkan kontrak pengadaan sistem pendaratan yang akan digunakan dalam misi Artemis. NASA mengatakan keputusan ini bertujuan untuk mempercepat kemajuan teknologi dan mengurangi biaya misi pendaratan di bulan.
Dalam persaingan ini, SpaceX yang dipimpin Elon Musk dan Blue Origin yang dipimpin Jeff Bezos saling bersaing untuk mendapatkan tiket pendaratan pertama manusia di bulan. NASA memperkenalkan regulasi baru yang memungkinkan kedua perusahaan mengajukan proposal mereka secara terbuka. Kedua perusahaan telah memulai pengembangan teknologi pendaratan mereka masing-masing. SpaceX mengembangkan Starship, sementara Blue Origin mengembangkan Blue Moon. Kedua sistem tersebut dirancang untuk membawa astronot ke bulan dan kembali ke bumi.
Sebelumnya, NASA hanya mengizinkan satu penyedia wahana untuk mengajukan proposal. Namun, dengan perubahan regulasi ini, NASA berharap dapat mempercepat kemajuan teknologi dan mengurangi biaya misi pendaratan. Kedua perusahaan tersebut telah menginvestasikan dana besar untuk pengembangan teknologi pendaratan mereka. SpaceX dan Blue Origin kini bersaing untuk mendapatkan kontrak yang akan digunakan dalam misi Artemis. NASA menilai keputusan ini akan membantu mempercepat misi pendaratan manusia di bulan.





























