Masa fatratul wahyi, periode ketiadaan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW, menjadi topik utama dalam studi sejarah Islam. Periode ini terjadi setelah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira’ dan sebelum menerima wahyu pertama di Mekah. Menurut sumber, fatratul wahyi mencakup waktu ketika Nabi Muhammad SAW tidak menerima wahyu selama beberapa bulan.
Studi ini menekankan peran penting fatratul wahyi dalam perkembangan ajaran Islam. Para ahli sejarah menyatakan bahwa periode ini membentuk fondasi awal penyebaran Al Quran. Selain itu, fatratul wahyi dianggap sebagai masa transisi dalam perjalanan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah.
Sebelumnya, fatratul wahyi sering dianggap sebagai masa hening dalam sejarah Islam. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa periode ini memiliki makna mendalam bagi pengembangan ajaran Islam. Peneliti menekankan bahwa fatratul wahyi memperkuat hubungan antara Nabi Muhammad SAW dengan masyarakat Mekah.
Fatratul wahyi juga menjadi bagian dari rangkaian peristiwa besar yang memulai penyebaran ajaran Al Quran. Studi ini menyoroti pentingnya memahami masa ini untuk memahami perkembangan peradaban dunia.





























