Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menganggap Hari Santri Nasional 22 Oktober 2026 sebagai kesempatan untuk mereformasi pengelolaan keuangan negara. Ia menekankan pentingnya anggaran berpihak pada kepentingan rakyat.
Dedi Mulyadi mengatakan bahwa peringatan ini mengingatkan para penyelenggara negara untuk memastikan keuangan tidak dimanfaatkan oleh kelompok tertentu. Ia menyoroti kebutuhan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik.
Hari Santri Nasional dirayakan untuk mengenang perjuangan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan. Dedi Mulyadi mengajak semua pihak untuk mengevaluasi penggunaan anggaran secara kritis.
Evaluasi ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan kebijakan tidak menyimpang dari prinsip keadilan. Ia menekankan bahwa keuangan negara harus menjadi alat untuk kesejahteraan rakyat.
Peringatan ini juga mengingatkan pentingnya pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Dedi Mulyadi berharap evaluasi ini mendorong perubahan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.






























