Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan target pengurangan sampah sebanyak 1.000 ton per hari di kawasan Bandung Raya. Untuk mencapai target tersebut, pihak berwenang melibatkan 25.000 mahasiswa sebagai pendamping masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menjelaskan, mahasiswa akan diterjunkan selama tiga bulan mulai Oktober 2026. Mereka bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah dari sumbernya. Selain itu, mahasiswa juga akan membantu mengumpulkan dan memilah sampah secara terstruktur.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengurangan sampah. Dengan melibatkan mahasiswa, pemerintah berharap dapat mempercepat proses pengelolaan sampah yang lebih efisien. Kebijakan ini juga sejalan dengan kebijakan nasional dalam menghadapi tantangan lingkungan.
Sebelumnya, kawasan Bandung Raya sering menghadapi masalah penumpukan sampah yang memengaruhi kualitas hidup warga. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat lebih aktif dalam mengelola sampah secara mandiri. Pemprov Jabar juga menyiapkan pelatihan bagi mahasiswa agar mereka mampu memberikan edukasi yang tepat dan efektif.


























