Presiden Prabowo Subianto memberi peringatan kepada TNI untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman non-fisik pada perayaan HUT ke-81 TNI. Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa ancaman seperti serangan siber, disinformasi, dan gangguan ekonomi semakin kompleks dan berpotensi mengancam kedaulatan negara.
Ia menyoroti pentingnya kesiapan TNI dalam menghadapi ancaman yang tidak terlihat secara langsung namun bisa memengaruhi stabilitas keamanan nasional. Prabowo juga menyinggung peran intelijen dalam mengidentifikasi dan mengantisipasi ancaman tersebut.
Ancaman non-fisik, menurut Prabowo, bisa berasal dari berbagai sumber termasuk media sosial dan operasi informasi yang dirancang untuk mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Ia menekankan bahwa TNI harus memperkuat kemampuan dalam bidang teknologi informasi dan keamanan siber.
Pernyataan Prabowo muncul dalam konteks meningkatnya kekhawatiran tentang pengaruh informasi palsu dan serangan digital terhadap keamanan politik dan sosial Indonesia. Pada perayaan HUT TNI, ia juga menyoroti pentingnya kesiapan TNI dalam menjaga kedaulatan negara di tengah dinamika politik dan ekonomi yang terus berubah.


























