Kementerian Luar Negeri Indonesia menyampaikan keprihatinan atas eskalasi konflik Yaman dan serangan terhadap warga sipil serta bandar udara di Arab Saudi. Pernyataan ini dikeluarkan dalam konteks meningkatnya ketegangan di wilayah Yaman yang telah berlangsung selama beberapa tahun.

Serangan terhadap bandara di Arab Saudi terjadi dalam konteks operasi militer yang dilancarkan oleh koalisi militer Arab Saudi terhadap gerakan Houthi di Yaman. Pemerintah Indonesia menekankan perlunya perlindungan warga sipil dan fasilitas sipil dalam konflik bersenjata.

Konflik Yaman memasuki tahun ke-10 dengan kekerasan yang terus meningkat. Koalisi militer Arab Saudi, yang didukung oleh beberapa negara Arab, terus melakukan serangan udara terhadap wilayah yang diklaim oleh gerakan Houthi. Pemerintah Yaman menuduh koalisi tersebut melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sering kali mengambil sikap kritis terhadap konflik bersenjata yang melibatkan negara-negara Arab. Kementerian Luar Negeri RI telah beberapa kali mengecam serangan udara yang menargetkan warga sipil di Yaman dan wilayah sekitarnya.

Kebijakan Indonesia menekankan prinsip hukum internasional dalam konflik bersenjata, termasuk perlindungan warga sipil dan penghentian serangan yang tidak terduga. Pernyataan terbaru ini merupakan bagian dari upaya diplomatik Indonesia untuk mendorong dialog dan penyelesaian damai di Yaman.