Serangan Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menewaskan satu warga Pakistan dan melukai 11 orang lain, menurut laporan resmi. Serangan ini terjadi satu hari setelah serangan sebelumnya yang menewaskan 13 orang dan melukai ratusan orang. Militan Houthi, yang didukung Iran, terus menargetkan fasilitas militer dan sipil di Arab Saudi sebagai bagian dari konflik regional yang berlangsung sejak 2015.
Serangan terbaru ini menunjukkan intensitas terus meningkat dari serangan Houthi terhadap wilayah Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan bandara sebagai bagian dari upaya untuk mengganggu sektor pariwisata dan investasi asing. Pemerintah Pakistan juga mengkritik serangan tersebut dan menegaskan dukungan terhadap tindakan balasan Arab Saudi.
Konflik antara Houthi dan Arab Saudi telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Houthi, yang berbasis di Yaman, mengklaim bahwa serangan mereka bertujuan untuk melawan intervensi asing di Yaman dan mendukung pemerintah Yaman yang dianggap tidak sah. Pemerintah Arab Saudi, sementara itu, menuduh Houthi menerima dukungan dari Iran dan mengganggu keamanan regional.
Negara-negara seperti Turki, Mesir, dan Pakistan telah menyatakan penyesalan atas serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Mereka menekankan pentingnya dialog antara pihak-pihak terlibat untuk mencari solusi damai. Meskipun upaya mediasi terus dilakukan, konflik ini masih berlangsung dan menimbulkan dampak besar terhadap stabilitas dan keamanan di kawasan.


























