Kremasi jenazah Jorianus memicu ketegangan di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Prosesi kremasi dilakukan di wilayah tersebut pada hari Minggu, menurut laporan SeputarPapua. Kegiatan ini menimbulkan ketegangan antara dua kelompok etnis, yaitu OPM dan non-OPM.
Ketegangan terjadi setelah kelompok OPM menolak prosesi kremasi. Mereka menganggap bahwa jenazah Jorianus tidak layak dikremasi karena dianggap sebagai anggota kelompok teroris. Sementara itu, kelompok non-OPM menuntut pemerintah untuk mengusut tindakan kelompok OPM yang dianggap mengganggu ketertiban.
Ketegangan ini merupakan bagian dari konflik etnis yang berlangsung di Papua Tengah selama beberapa bulan terakhir. Konflik ini terjadi karena perbedaan pandangan terhadap kebijakan pemerintah terkait pengamanan wilayah dan perlindungan hak-hak etnis.
Sebelumnya, konflik serupa terjadi di Distrik Kwamki Narama pada bulan Mei 2023. Ketegangan tersebut menyebabkan kerusakan properti dan beberapa luka ringan. Pemerintah setempat telah berupaya untuk menenangkan kedua pihak, tetapi konflik masih terus berlangsung.
Ketegangan di Papua Tengah terus memperhatikan keamanan wilayah dan stabilitas sosial. Pemerintah setempat berharap dapat menyelesaikan konflik ini dengan cara yang damai dan berkelanjutan.





























