BPS Jawa Barat melaporkan inflasi pada September 2026 terkendali di angka 0,23%. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,41%. Inflasi yang terkendali didorong oleh stabilitas harga kebutuhan pokok dan pengendalian inflasi di sektor layanan.

Neraca perdagangan Jawa Barat pada bulan tersebut mencatat surplus sebesar USD 19,38 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai USD 17,8 miliar. Kenaikan surplus perdagangan didorong oleh peningkatan ekspor sektor manufaktur yang mencapai USD 5,2 miliar.

Sektor manufaktur menjadi penopang utama ekonomi Jawa Barat pada September 2026. Peningkatan produksi di sektor ini mencapai 3,1% dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan ini didukung oleh permintaan ekspor yang stabil dan investasi asing yang meningkat sebesar 2,7%.

Peningkatan ekspor dan investasi asing menunjukkan kestabilan ekonomi Jawa Barat meski dalam kondisi global yang tidak stabil. Pemerintah daerah terus melakukan upaya untuk mempertahankan stabilitas harga dan meningkatkan daya saing sektor manufaktur.