Pakar politik Igor Dirgantara menilai reshuffle kabinet ketujuh Presiden Prabowo Subianto harus menjadi instrumen kerja nyata. Menurutnya, perubahan struktur kabinet ini tidak boleh hanya sebagai alat bagi-bagi kursi.
Igor menekankan bahwa reshuffle tersebut harus mampu meningkatkan efisiensi pemerintahan dan memperkuat kebijakan yang dijalankan. Ia menyoroti pentingnya keberhasilan dalam implementasi kebijakan sebagai bukti nyata dari perubahan tersebut.
Sebelumnya, reshuffle kabinet ketujuh Prabowo dilakukan dalam rangka mengisi posisi yang kosong dan memperkuat kebijakan pemerintahan. Namun, para pengamat politik masih menunggu hasil konkret dari perubahan ini.
Perubahan kabinet ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konsistensi pemerintahan dalam menghadapi berbagai tantangan politik dan ekonomi. Namun, keberhasilan reshuffle akan tergantung pada kemampuan kabinet baru dalam menjalankan tugasnya.
Kebijakan yang diusulkan oleh kabinet baru akan menjadi tolok ukur keberhasilan reshuffle. Igor menyarankan agar pemerintah fokus pada hasil nyata, bukan hanya perubahan struktur.



























