BPS melaporkan neraca perdagangan Indonesia surplus US$7,25 miliar pada periode Januari-Agustus 2026. Kinerja ekspor industri pengolahan menjadi faktor utama yang mendorong surplus tersebut.
Ekspor industri pengolahan mencapai nilai yang signifikan, mendorong pertumbuhan ekspor secara keseluruhan. Data ini menunjukkan peningkatan kinerja perdagangan Indonesia di tengah tantangan global.
Surplus perdagangan ini merupakan hasil dari kenaikan ekspor yang lebih tinggi dibandingkan impor. Kebijakan pemerintah dalam mendorong sektor manufaktur juga berkontribusi pada peningkatan nilai ekspor. Peningkatan ini menunjukkan kekuatan sektor ekonomi Indonesia di pasar internasional.





























