BPS Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat tingkat inflasi bulan September 2026 mencapai 0,26 persen secara bulan ke bulan. Angka ini menunjukkan kenaikan kecil dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan harga beras dan cabai rawit menjadi faktor utama yang mendorong inflasi. Sementara itu, harga emas perhiasan berdampak stabil pada laju inflasi.
Beras menjadi komoditas yang paling berkontribusi terhadap kenaikan inflasi. Harga beras naik seiring permintaan yang meningkat di tengah musim panen yang tidak stabil. Cabai rawit juga mengalami kenaikan harga karena faktor cuaca yang memengaruhi produksi. Kenaikan harga emas perhiasan tercatat lebih rendah dibandingkan komoditas lain, sehingga tidak berkontribusi signifikan terhadap inflasi.
Inflasi DIY September 2026 tergolong rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam beberapa bulan terakhir, inflasi daerah ini cenderung stabil dengan kenaikan di bawah 1 persen. Kenaikan inflasi ini terutama dipengaruhi oleh fluktuasi harga kebutuhan pokok, terutama beras dan cabai. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta terus memantau harga pasar untuk mengantisipasi dampak inflasi terhadap daya beli masyarakat.





























