Varian influenza subclade K telah terdeteksi di 20 provinsi di Indonesia, menurut data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. DPR meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap anak-anak yang rentan terhadap infeksi. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan menghindari pembelian berlebihan obat-obatan.

Kementerian Kesehatan mencatat bahwa penyebaran varian ini terjadi secara bertahap, dengan jumlah kasus yang terus meningkat. Pihak berwenang sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui sumber penyebaran dan cara pencegahan. DPR juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menghindari kerumunan.

Sebelumnya, varian influenza subclade K telah muncul di beberapa negara lain, termasuk di Asia dan Eropa. Namun, penyebaran di Indonesia tergolong lebih cepat dibandingkan negara-negara lain. Meski belum ada laporan kematian, pihak berwenang memperingatkan bahwa varian ini bisa menyebabkan gejala yang lebih parah pada kelompok rentan.

Kementerian Kesehatan sedang memperkuat sistem pemantauan dan mempersiapkan cadangan obat serta vaksin. DPR juga menekankan pentingnya koordinasi antar daerah untuk mengendalikan penyebaran. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.