Produksi padi di bulan Agustus 2026 mengalami penurunan sebesar 2,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan angka ini sebagai bagian dari proyeksi produksi padi untuk musim panen September-November 2026.

BPS memperkirakan luas panen pada musim tersebut mencapai 2,23 juta hektare. Angka ini menunjukkan penurunan dari luas panen tahun sebelumnya yang mencapai 2,3 juta hektare. Penurunan luas panen terjadi meskipun kondisi cuaca di beberapa daerah masih mendukung pertumbuhan tanaman.

Produksi padi tahun 2026 diprediksi akan mengalami penurunan karena faktor-faktor seperti perubahan iklim dan kondisi lahan yang tidak optimal. BPS mencatat bahwa beberapa wilayah penghasil padi mengalami kesulitan dalam mempertahankan luas lahan yang digunakan untuk bercocok tanam. Faktor ini berdampak pada jumlah produksi gabah yang dihasilkan.

Penurunan produksi padi ini menjadi tantangan bagi sektor pertanian Indonesia. Meski demikian, BPS menegaskan bahwa proyeksi ini masih dalam tahap estimasi dan bisa berubah tergantung kondisi di lapangan. Kebijakan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian diharapkan dapat membantu mengatasi tantangan ini.