Pekerja migran di Arab Saudi diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh hoaks setelah serangan Houthi terhadap Bandara Riyadh. Menteri P2MI Mukhtarudin mengimbau para pekerja migran untuk mempercayai informasi dari Konsulat Besar Indonesia di Arab Saudi. Serangan tersebut terjadi setelah sejumlah serangan sebelumnya yang memicu reaksi dari pihak berwenang.
Serangan Houthi terhadap Bandara King Khalid International di Riyadh terjadi pada hari Sabtu, menewaskan setidaknya 13 orang dan melukai 300 orang lainnya. Menurut laporan, serangan ini memicu pihak berwenang untuk sementara waktu menutup operasional bandara. Serangan terbaru terjadi pada hari Minggu, menewaskan satu warga Pakistan dan melukai 11 orang lainnya.
Serangan Houthi terhadap bandara Riyadh menunjukkan eskalasi konflik antara pihak berwenang Saudi dan gerakan Houthi di Yaman. Pihak berwenang Saudi menyatakan akan memberikan respons serius terhadap serangan tersebut. Pihak Iran juga menyatakan kekhawatirannya terhadap perkembangan di Semenanjung Arab.
Konflik antara pihak berwenang Saudi dan Houthi telah berlangsung selama beberapa tahun, dengan serangan terus-menerus terjadi di wilayah perbatasan. Serangan terhadap bandara merupakan langkah yang dianggap sebagai upaya untuk memperkuat tekanan terhadap pihak berwenang Saudi.
Serangan ini juga memicu reaksi dari tokoh internasional, termasuk pemain sepak bola Turki Merih Demiral, yang mengecam serangan tersebut sebagai tindakan teroris. Pihak berwenang Saudi menegaskan komitmen mereka untuk melindungi keamanan warga dan menjaga stabilitas di wilayah tersebut.



























