Anggota DPR RI Netty Prasetiyani mengajak masyarakat dan pejabat publik untuk menempatkan kelompok rentan sebagai subjek utama dalam pembangunan nasional. Hal ini disampaikan saat ia memberikan pembekalan dalam kegiatan Training of Trainers (TOT) Relawan Sahabat Inklusi di Kota Cirebon, Jawa Barat, pada hari Sabtu, 17 Oktober 2026.

Netty menekankan bahwa pemerintah tidak boleh hanya memandang warga penyandang disabilitas sebagai penerima bantuan sosial. Menurutnya, kelompok rentan harus menjadi bagian aktif dari proses pembangunan. Ia menyoroti perlunya peningkatan keterlibatan masyarakat rentan dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kebijakan.

Kegiatan TOT tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas relawan dalam mempromosikan inklusi sosial. Netty mengatakan bahwa pelatihan ini membantu relawan memahami kebutuhan masyarakat rentan dan cara mengadvokasikan hak-hak mereka. Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan partisipatif dalam kebijakan sosial.

Sebelumnya, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang menargetkan kelompok rentan. Namun, Netty menilai bahwa implementasinya masih belum optimal. Ia menyarankan adanya koordinasi lebih baik antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan kelompok rentan sendiri.

Kebijakan inklusi sosial menjadi isu penting dalam pembangunan nasional. Dengan meningkatkan keterlibatan masyarakat rentan, pemerintah diharapkan dapat menciptakan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan.