Film horor *Lingsir Wengi: Motel Malioboro* kembali menghadirkan kisah misteri dan fenomena digital dalam dunia perfilman Indonesia. Produksi Lab Pictures dengan sutradara Adhe Dharmastriya ini berdasarkan skenario karya Evelyn Afnilia. Film ini tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia, termasuk Cinema XXI, CGV, dan Cinepolis. Tayangan dimulai pada tanggal yang belum diumumkan secara pasti.
Film ini menggabungkan elemen legenda lokal dengan dinamika kehidupan generasi muda. Cerita mengisahkan misteri kamar terlarang yang terkait dengan fenomena konten digital. Konsep ini dianggap sebagai upaya baru dalam industri perfilman Indonesia untuk menarik penonton dengan narasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Sebelumnya, industri perfilman Indonesia telah menghadirkan beberapa karya horor yang menggabungkan elemen lokal dan modern. Namun, *Lingsir Wengi: Motel Malioboro* dianggap sebagai salah satu film yang lebih menekankan pada penggabungan narasi tradisional dengan dunia digital. Hal ini mencerminkan pergeseran tren dalam industri perfilman yang semakin memperhatikan kebutuhan penonton akan cerita yang relevan dan menarik.
Karya ini juga menunjukkan keberanian produser dan sutradara dalam menghadirkan kisah horor yang tidak hanya mengejutkan, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan budaya. Dengan tayangan yang luas, film ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam industri perfilman internasional.

























