Dinkes Pekanbaru mencatat jumlah kasus gangguan kesehatan akibat kabut asap Karhutla mencapai 11.707 hingga 10 Oktober 2026. Data ini mencakup berbagai jenis penyakit saluran pernapasan seperti asma, bronkitis, dan infeksi saluran pernapasan akut. Banyak warga mengalami gejala seperti batuk, pilek, dan kesulitan bernapas.
Kabut asap yang meliputi wilayah Pekanbaru terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung di sekitar kota. Kondisi ini menyebabkan kualitas udara menjadi buruk, terutama pada hari-hari dengan angin lemah. Pemerintah setempat telah meminta warga untuk membatasi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker saat bepergian.
Kebakaran hutan dan lahan di Riau telah terjadi sejak awal tahun 2026. Kebakaran ini diduga disebabkan oleh pembakaran lahan untuk keperluan pertanian. Meski pemerintah telah melakukan upaya pemadaman, api masih sulit dikendalikan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Dinkes terus memantau kondisi kesehatan masyarakat dan menyiapkan layanan konsultasi medis untuk warga yang terdampak.





























