Pertamina menambah 52 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 24 jam di Bali untuk mengatasi antrean BBM yang terjadi di beberapa wilayah. Fenomena langkanya bahan bakar minyak (BBM) memicu antrean kendaraan hingga 1 kilometer di berbagai SPBU di Denpasar, Badung, Klungkung, Tabanan, Buleleng, dan Bangli. Warga menghabiskan waktu antara tiga hingga empat jam untuk mengisi bahan bakar.

Kebutuhan BBM meningkat tajam akibat peningkatan aktivitas pariwisata dan mobilitas masyarakat. Situasi ini mengganggu mobilitas harian dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengguna kendaraan. Pertamina memetakan 52 SPBU 24 jam sebagai solusi darurat untuk mempercepat distribusi BBM. Lokasi SPBU ini mencakup wilayah Denpasar, Badung, Jembrana, hingga Tabanan.

Krisis BBM di Bali terjadi karena keterbatasan pasokan dan peningkatan permintaan. Pertamina berupaya mempercepat distribusi dengan menambah jumlah SPBU yang beroperasi sepanjang hari. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi antrean dan memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat. Situasi darurat distribusi BBM menunjukkan pentingnya kebijakan yang lebih responsif terhadap fluktuasi permintaan.