Komisi IX DPR RI mengkritik sistem rujukan fasilitas kesehatan di Indonesia yang dinilai tidak akurat dan merugikan masyarakat. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menyampaikan pandangan kritis ini secara terbuka selama kunjungan kerja spesifik. Ia menyoroti kelemahan dalam pengelolaan data fasilitas kesehatan yang menyebabkan ketidakakuratan informasi.

Menurut Yahya, sistem rujukan saat ini tidak memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi layanan kesehatan di berbagai daerah. Hal ini berpotensi menghambat upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan publik. Ia menekankan perlunya perombakan total terhadap pengelolaan data fasilitas kesehatan.

Kritik ini muncul setelah pihak DPR menemukan indikasi adanya data yang tidak valid dan tidak terkonsisten. Dalam kunjungan kerja tersebut, Komisi IX juga meninjau langsung beberapa fasilitas kesehatan di berbagai wilayah. Hasilnya menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara data yang disajikan dan kondisi nyata di lapangan.

Sebelumnya, pihak DPR telah menyampaikan beberapa rekomendasi terkait peningkatan transparansi dan akurasi data kesehatan. Namun, kritik yang disampaikan Yahya menunjukkan bahwa masalah ini masih belum teratasi secara efektif. Dengan adanya desakan perombakan sistem, pihak DPR berharap adanya perbaikan yang lebih signifikan dalam pengelolaan data kesehatan publik.