Pusat data AI milik BDx di Jatiluhur, Jawa Barat, menjadi sorotan karena potensi peningkatan emisi karbon. Organisasi lingkungan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat mengingatkan dampak lingkungan dari operasional pusat data tersebut.
Pusat data ini digunakan untuk memproses data kecerdasan buatan. Operasionalnya membutuhkan energi listrik besar. WALHI menyoroti risiko peningkatan emisi karbon akibat penggunaan energi yang tinggi.
Pusat data ini beroperasi di area Jatiluhur, yang merupakan daerah dengan sumber daya alam terbatas. WALHI menekankan pentingnya evaluasi dampak lingkungan sebelum pengoperasian pusat data.
Sebelumnya, WALHI telah mengajukan pertanyaan terkait penggunaan energi dan dampak lingkungan. Pusat data ini menjadi contoh kasus baru di Indonesia yang menunjukkan tantangan lingkungan dari teknologi digital.
Penggunaan energi listrik yang tinggi di pusat data bisa berkontribusi pada polusi udara dan perubahan iklim. WALHI menyarankan penggunaan energi terbarukan untuk mengurangi dampak negatif.






























