Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar US$3,36 miliar pada bulan September 2026. Angka ini didukung oleh kinerja ekspor yang mengalami peningkatan. Ekspor kumulatif Januari-September 2026 mencapai US$221,23 miliar, naik 5,58% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ekspor terutama berasal dari sektor pertanian, manufaktur, dan energi. Pemerintah mencatat bahwa kenaikan ekspor terjadi meskipun ada tekanan dari perubahan harga komoditas internasional. Selain itu, peningkatan volume ekspor juga didorong oleh peningkatan permintaan dari pasar ekspor utama seperti Tiongkok dan Jepang.
Neraca perdagangan surplus menunjukkan bahwa nilai ekspor lebih tinggi dari nilai impor selama periode tersebut. Meski surplus, pemerintah masih memantau kinerja sektor impor untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan. Data ini merupakan bagian dari laporan bulanan yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai indikator penting dalam mengevaluasi kinerja ekonomi Indonesia.




















