Pemerintah Bali mengumumkan adanya 52 titik SPBU 24 jam untuk mengatasi antrean bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap krisis pasokan yang menyebabkan antrian panjang di berbagai lokasi di pulau Bali.
Krisis BBM terjadi di sejumlah titik seperti Denpasar, Badung, dan Tabanan. Para pengemudi melaporkan menunggu hingga puluhan jam untuk mengisi bahan bakar. Situasi ini memicu kemacetan di beberapa jalan utama.
Gubernur Bali I Wayan Koster mengklaim stok BBM masih memadai. Ia menyarankan masyarakat untuk bersabar dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Namun, kondisi ini terus berlangsung meski pihak Pertamina telah menambah jumlah SPBU 24 jam.
Krisis BBM di Bali bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, pada tahun 2023, situasi serupa terjadi akibat kelangkaan BBM yang memicu kepanikan di masyarakat. Kali ini, pemerintah berupaya mempercepat distribusi BBM ke berbagai titik di pulau Bali.
Kondisi ini menunjukkan tantangan dalam sistem distribusi BBM di Indonesia. Meski pemerintah berupaya memperbaiki situasi, masyarakat tetap menghadapi kesulitan dalam mengakses bahan bakar.

























