Iran mengancam akan melakukan serangan terhadap infrastruktur di wilayah Timur Tengah sebagai respons atas sikap AS terkait rencana pembukaan kembali Selat Hormuz. Ancaman ini muncul setelah Iran menunggu respons resmi dari pemerintah AS terhadap proposal baru yang diajukan. Pemerintah Iran menegaskan bahwa tindakan ini adalah bagian dari upaya untuk menegaskan posisi negara dalam konflik regional.

Di sisi lain, AS terus memperkuat sanksi terhadap sektor penerbangan Iran, yang dianggap sebagai bagian dari kampanye ekonomi untuk membatasi kemampuan Iran dalam mengakses sumber daya global. Meski demikian, Iran menunjukkan kemampuan untuk tetap melayani rute penerbangan internasional dari Tehran.

Sementara itu, negosiasi antara AS dan Iran tampaknya masih terhambat, dengan Qatar berperan sebagai mediator. Pihak Iran menyatakan bahwa mereka telah mengirimkan respons terakhir dari AS melalui jalur negosiasi. Namun, hingga saat ini, belum ada kesepakatan yang mencapai titik penyelesaian.