Donald Trump mengkritik penurunan nilai pasar saham yang mencapai kerugian US$3 triliun setelah Partai Demokrat menguasai Kongres dalam pemilu paruh waktu. Menurut Trump, kemenangan Demokrat menjadi pemicu utama penurunan tersebut. Ia menilai kekalahan Partai Republik mencerminkan kegagalan politik dan ekonomi. Pada periode tersebut, indeks saham AS turun hingga 3,5 persen dalam beberapa hari, mengakibatkan kerugian besar bagi investor. Trump menekankan bahwa kebijakan ekonomi yang diusung Partai Republik tidak mendapat dukungan yang memadai. Ia juga menyebut bahwa keadaan pasar saham menunjukkan ketidakstabilan yang berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, tidak ada data resmi yang menyebutkan hubungan langsung antara kekalahan politik dan penurunan pasar saham. Pemerintah AS terus memantau situasi ekonomi dan berupaya memulihkan kepercayaan pasar.

Sebelumnya, Trump sering kali menyoroti dampak kebijakan ekonomi dan politik terhadap pasar saham. Ia juga terlibat dalam berbagai isu internasional, termasuk hubungan dengan negara-negara di Amerika Selatan dan Timur Tengah. Kemenangan Demokrat di Kongres menandai pergeseran kekuasaan yang signifikan, yang berdampak pada kebijakan pemerintahan Trump. Meski demikian, dampak ekonomi terhadap pasar saham tetap menjadi isu yang mendapat perhatian luas.