Polisi berhasil mengamankan 21 remaja dari Garut, Jawa Barat, yang membawa bom molotov dan senjata tajam. Para remaja, yang mayoritas pelajar, diketahui berniat terlibat bentrok dengan kelompok lain.

Keterangan sementara dari para remaja menyebutkan bahwa mereka membawa alat perang tradisional tersebut karena ingin terlibat dalam konflik antar kelompok. Aparat kepolisian menangkap mereka setelah menerima laporan mengenai aktivitas yang mencurigakan di wilayah Garut.

Konflik antar kelompok di Garut bukanlah hal baru. Sebelumnya, terjadi insiden penikaman terhadap pemuda di Cibalong, Garut, yang menewaskan korban. Kasus tersebut memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penangkapan ini dilakukan untuk mencegah potensi bentrok yang bisa berdampak besar. Para remaja yang diamankan sedang diperiksa lebih lanjut untuk memahami motif dan latar belakang mereka.

Kebijakan pemerintah daerah juga mulai mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko konflik di kalangan remaja. Namun, upaya ini masih dalam tahap awal dan memerlukan waktu untuk menunjukkan hasil.