Sekitar 132 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gejala yang muncul mencakup sakit perut, mual, muntah, dan diare. Sebanyak 15 siswa telah dirawat di rumah sakit.

Kasus ini terjadi pada Jumat (6/11/2026) pagi, setelah para siswa mengikuti program MBG yang disediakan oleh pemerintah daerah. Sejumlah siswa mengeluhkan rasa mual dan pusing setelah makan. Beberapa di antaranya mengalami diare dan muntah yang parah.

Program MBG bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat dengan menyediakan makanan bergizi secara gratis. Namun, kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas makanan yang disajikan. Pihak sekolah dan pihak terkait sedang melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian tersebut.

Sebelumnya, telah terjadi kasus serupa di Ponpes Al Mansuriah Garut, di mana puluhan santri mengalami gejala keracunan makanan yang diduga berasal dari menu MBG. Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan terkait makanan masih menjadi tantangan di beberapa daerah.

Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kualitas makanan yang disajikan dalam program pemerintah, terutama yang melibatkan masyarakat rentan seperti siswa dan santri.