Komisi VI DPR meminta penguatan kapasitas investasi Dana Pensiun BUMN, khususnya ASABRI dan Taspen, untuk memastikan keberlanjutan manfaat pensiun bagi para pensiunan.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengungkapkan kekhawatiran terkait ancaman krisis dana pensiun BUMN. Dalam rapat kerja, Komisi VI menekankan pentingnya peningkatan kapasitas investasi ASABRI dan Taspen sebelum terlambat. Kedua dana pensiun tersebut menjadi salah satu sumber utama manfaat pensiun bagi pegawai negeri dan tenaga kerja BUMN.
Peningkatan investasi diperlukan untuk menghadapi risiko inflasi dan penurunan nilai aset. DPR menyoroti bahwa kinerja investasi saat ini masih terbatas, sehingga perlu langkah strategis untuk meningkatkan daya beli dana pensiun.
Krisis dana pensiun BUMN telah menjadi isu yang mendesak sejak beberapa tahun terakhir. Kebutuhan akan kestabilan dana pensiun meningkat seiring usia pensiunan yang semakin tua. DPR berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperkuat sistem pensiun nasional.

























