Kapten tim nasional Irlandia, Caoimhin Kelleher, menolak jabat tangan dengan pemain Israel Dor Peretz selama pertandingan internasional antara kedua negara. Tindakan ini terjadi di tengah pertandingan yang berlangsung di Stadion Aviva, Dublin, pada hari Minggu. Kelleher langsung menjadi sorotan media setelah menolak tawaran jabat tangan yang biasanya menjadi ritual tradisional dalam pertandingan sepak bola.
Peristiwa ini terjadi saat kedua tim sedang memasuki menit-menit akhir pertandingan. Kelleher, yang memimpin tim Irlandia, memilih untuk tidak berjabat tangan dengan Peretz, pemain tengah Israel. Tindakan ini dianggap sebagai bentuk penolakan terhadap simbolisme kebangsaan yang sering kali dipakai dalam pertandingan internasional.
Pertandingan antara Irlandia dan Israel merupakan bagian dari kualifikasi Piala Dunia 2022. Kedua tim saling bersaing untuk mendapatkan poin maksimal dalam laga yang berlangsung di Irlandia. Meski tidak ada gol yang tercipta, pertandingan berakhir dengan skor 0-0. Kelleher tetap menjadi pemain kunci dalam pertandingan tersebut.
Pertandingan antara Irlandia dan Israel sebelumnya sempat memicu kontroversi karena hubungan diplomatik yang kompleks antara kedua negara. Meski tidak ada konflik langsung di lapangan, tindakan Kelleher menambahkan dimensi politik dalam pertandingan sepak bola yang biasanya dianggap netral. Kebijakan ini menunjukkan bagaimana olahraga bisa menjadi panggung untuk isu-isu yang lebih luas.


























