Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk mengimpor solar dari Rusia sebagai upaya menekan harga bahan bakar menjelang pemilu sela AS. Langkah ini dilakukan setelah Rusia menyetujui pengiriman 300.000 ton solar ke pasar global.

Pengumuman Trump dilakukan menjelang krisis energi global yang memicu kenaikan harga bahan bakar. Beberapa anggota kongres mengkritik rencana ini, mengingat konflik antara Rusia dan Ukraina serta tekanan harga energi global.

Langkah ini juga memicu reaksi dari pasar keuangan. Harga minyak turun sekitar $1,50 per barrel, sementara saham Asia bergerak bervariasi. Pasar saham Eropa juga mengalami kenaikan setelah Trump menyatakan adanya "kesepakatan energi" antara Rusia dan Ukraina.

Sebelumnya, seorang hakim federal memerintahkan pemerintahan Trump untuk membatalkan iklan televisi yang dibayar dengan uang pajak rakyat. Iklan tersebut digunakan untuk mempromosikan pesan politik Trump.

Rencana impor solar dari Rusia menjadi salah satu langkah Trump untuk mengatasi kenaikan harga bahan bakar, meskipun kritik terus mengalir dari berbagai pihak.